Langsung ke konten utama

Postingan

EMMA

            Mayat itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Dengan tangan mengepal dan darah berlumuran di bagian kepala, perut dan dada. Tangannya menggenggam sebuah pisau yang berlumuran darah. Dalam sebuah kamar apartemen di lantai 7, dalam keadaan mengenaskan menanti sebuah pertolongan yang tak kunjung menghampiri. Hingga akhirnya ia tak sanggup menahan nafasnya untuk tetap berhembus dan melepaskannya selamanya.             Emma, seorang gadis berumur 23 tahun, mahasiswi dari Universitas terkenal di Jakarta sedang berjalan pulang seusai kuliah dan menuju apartemen tempat ia tinggal di sekitar kampusnya. Sesampainya di lobby apartemen, ia melihat ada seorang wanita cantik dan sangat molek duduk di sofa, menatapnya dan tersenyum padanya. Karena merasa tidak kenal, Emma pun membalas senyum lantas bergegas ke kamar apartemennya. Seperti biasanya, ia masuk ke apartemen dan me...

Indonesia(h)

Tanah indah Lahan dan sawah Kekayaan berlimpah Sandang pangan murah Tempat berkeluh kesah Aku sebut “rumah” Namun muncul masalah Gedung megah Oknum berulah Upah rendah Si miskin kalah Hidup gelisah Aturan pemerintah Salah kaprah Manusia bersalah Berbalut amarah Akal hilang sudah Moral rusak parah Akankah? Tidak ada lagi penjajah Mengatasnamakan pemerintah Mari hati dan otak kita asah Agar hidup tak lagi lelah Malu dengan negeri sebelah

LOVE

LOVE is a relations, Relations have to bulit on trust LOVE is a word but it can proved with attitude LOVE will survive If there is any sense LOVE is a commitment Hold and believe

Hanya Salah

Hanya dalam satu hela nafas saja semua berubah Kotor dan lusuh oleh ulangan waktu Hari-hari kering, kesalahan bersanding Hari-hari basah, kesalahan berulah Salah tak pernah melewatkan satu haripun untuk mengabaikanmu Dia bahkan tak gentar menjadikanmu sasaran teriakan kemarahan Pada akhirnya, kau dan kesalahan berjalan bermesraan

Keras

Dia sedang tidak berbaikan Mengeras melawan panas  Dia entah tak bisa pecah Menantang kata maupun rasa Aku diam bersama isakan Mencari terang, mencari tenang Kami dan ego saling menantang

Imperceptibly

and some time has passed ..  not long, but not too briefly  Day after day, time after time  make me understand slowly  until now, I came here  at the point where I started to feel afraid  I was getting afraid to lose you,  dear ...

RENJANA

Perasaan macam apa ini, bodoh dan berbahaya Tidakkah aku sudah cukup mengerti, dengan perjanjian hampa, tentang kesepakatan yang nihil Aku masih tak mengerti, perasaan macam apa ini? Bodoh dan berbahaya Keinginan yang tersembunyi, disembunyikan Menerjang pagar norma Lalu kembali berlindung dibalik kepalsuan Aku masih tetap tak mengerti, perasaan apa yang kau tawarkan? Hingga setangguh dinding kujaga, runtuh juga berpencaran Sungguh, bodoh dan berbahaya! Gayutan yang gayung bersambut Tarian jari telanjang yang bertaut Terus kupandangi kuyu raut Tak ingin sedetikpun luruh luput Durjana kau, durjana aku, durjana kita Pertahankan cela, menikam rasa Sampai di suatu kala, kita memang harus tandas, binasa