Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label write

Apa yang Perlu kamu Pertimbangkan jika Ingin Menikah?

Dalam sebuah hubungan, tujuan akhir dari saling berbagi dan menyayangi adalah ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Dalam ikatan suci dan sumpah setia yang diikrarkan, dengan tujuan hidup bahagia dan memiliki keturunan. Semua orang pasti punya rencana untuk menikah. Karena menikah juga merupakan ibadah. Sedangkan disisi lain, kadang kita miris ketika melihat anak-anak SMP dan SMA yang pacaran sudah berpikir terlalu jauh sampai ke taraf pernikahan. Hingga panggilan sayang mereka melebihi orang yang sudah menikah “Ayah-Bunda”, “Papa-Mama”, “Umi-Abi”. Namun apakah menikah itu mudah? Bisa menjadi mudah jika kita menjalani dengan ikhlas. Namun ada beberapa faktor yang harus kamu perhatikan dan pertimbangkan sebelum kamu memutuskan untuk menikah.      1.    Ekonomi Yakin ekonomi ga penting? Bohong jika hubungan itu tidak membutuhkan uang dan status ekonomi. Siapa yang mau hidup susah, miskin dan hanya makan cinta? Dalam suatu hubungan pacaran, ek...

Memanusiakan Manusia

Agama merupakan landasan utama bagi kehidupan manusia. Tata cara, adat dan segala peraturan pastilah berlandaskan agama. Agama sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Di Indonesia, mayoritas penduduk beragama Islam. Tapi bukan berarti Indonesia adalah negara Islam. Maka dari itu menghormati dan menghargai sesama manusia tidak harus melihat apa itu agama yang ia peluk. Tapi kembali ke hakikat manusia itu sendiri, bahwa manusia hidup bersama, saling membantu satu sama lain. Namun, kehidupan beragama di Indonesia terkadang melenceng dari ajaran agama itu sendiri. Agama mengajarkan bahwa ada 3 hubungan baik yang harus dijalin yaitu hubungan manusia kepada Tuhan, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan hubungan manusia terhadap lingkungan sekitar. Maksudnya adalah ketiga hubungan tersebut harus berjalan seimbang. Namun masih banyak ketimpangan satu sama lain. Saat ini, masih banyak dijumpai seseorang yang memiliki iman yang kuat tapi kurang menghormati terhadap ...

Live Your Life

The truth about life is sometimes you can find the right place to start and stay. But sometimes you just need to believe, that the wrong way of your first step will alert you to know what the life is. Keep smile on your tragedy. Keep going and keep trying. Happiness is happened from yourself, just let it happen. Don't be hanging to other people. Live your life.

My Opium

Remember the simple things Every part in our story I'm so glad to meet you God give a way for us And nice story for life Belongs to me, dear And always to be with me Great conversation Unbreakable relationship Sweet memories.. The one who i want On my life My future partner And my happiness Honestly, i love you so deep Every single day Save my heart for you, you too.. And this a few word for my huge opium

EMMA

            Mayat itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Dengan tangan mengepal dan darah berlumuran di bagian kepala, perut dan dada. Tangannya menggenggam sebuah pisau yang berlumuran darah. Dalam sebuah kamar apartemen di lantai 7, dalam keadaan mengenaskan menanti sebuah pertolongan yang tak kunjung menghampiri. Hingga akhirnya ia tak sanggup menahan nafasnya untuk tetap berhembus dan melepaskannya selamanya.             Emma, seorang gadis berumur 23 tahun, mahasiswi dari Universitas terkenal di Jakarta sedang berjalan pulang seusai kuliah dan menuju apartemen tempat ia tinggal di sekitar kampusnya. Sesampainya di lobby apartemen, ia melihat ada seorang wanita cantik dan sangat molek duduk di sofa, menatapnya dan tersenyum padanya. Karena merasa tidak kenal, Emma pun membalas senyum lantas bergegas ke kamar apartemennya. Seperti biasanya, ia masuk ke apartemen dan me...

RENJANA

Perasaan macam apa ini, bodoh dan berbahaya Tidakkah aku sudah cukup mengerti, dengan perjanjian hampa, tentang kesepakatan yang nihil Aku masih tak mengerti, perasaan macam apa ini? Bodoh dan berbahaya Keinginan yang tersembunyi, disembunyikan Menerjang pagar norma Lalu kembali berlindung dibalik kepalsuan Aku masih tetap tak mengerti, perasaan apa yang kau tawarkan? Hingga setangguh dinding kujaga, runtuh juga berpencaran Sungguh, bodoh dan berbahaya! Gayutan yang gayung bersambut Tarian jari telanjang yang bertaut Terus kupandangi kuyu raut Tak ingin sedetikpun luruh luput Durjana kau, durjana aku, durjana kita Pertahankan cela, menikam rasa Sampai di suatu kala, kita memang harus tandas, binasa

Melancholy

Pangeran, Untukmu sudah kupersembahkan segalanya. Namun kadang Gelap menghampiri sebuah cerita Ketika harapan-harapan baru muncul, dan Ambisi menjadikannya tidak logis. Sebut saja, cinta... Remang-remang temaram sore itu, Ingatkan sebuah kenangan. Anggap saja lelucon untukmu. Namun bukan untukku, Pangeran. Disini, saat ini aku tidak lagi merasa harus membenci. Karena.. Inilah sebenarnya hidup. Kadang harus ada kebohongan dan penghianatan. Atau bahkan kebusukan naluri!